Membeli Reksa Dana

Salah satu agenda break kali ini adalah membeli emas. Namun agenda itu aku urungkan sebab ada satu lagi alternatif yang mungkin boleh dicoba.

Sebenarnya selain alasan itu, aku menilai buyback emas rendah sekali. Aku membeli emas seharga lumayan, sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu harga emas pergram masih 500ribu lebih. Dan sekarang harga emas belum turun-turun. Mau jual lagi rasanya tidak tepat. Mau untung malah buntung. Berbeda halnya dengan reksadana. Coba kalau saat itu aku sudah mengerti investasi reksadana. Dengan modal duit yang dulu ku belikan untuk emas (yang mana lumayan juga cuyyy belinya), tentu keuntungan yang kudapat menjadi lebih baik.

Yah, mau gimana lagi..nah sekarang aku mau fokus reksadana. Sebagai langkah realnya aku mempelajari reksadana terlebih dahulu dan kemarin aku ke Commonwealth Bank. Setelah melihat-lihat situsnya dan mempelajari testimoni dari orang lain, aku pilih bank ini. Selain itu nama banknya pun cakep. Gue tau alasan ini ga penting beut.

Kemarin aku dijelasin bagaimana itu reksadana sampai aku dikasih rekomendasi produk yang lagi oke. Sebenarnya aku dah punya pilihan sendiri. Entah mengapa pilihanku tidak menjadi salah satu yang direkomendasikan, walaupun CSnya bilang pilihanku tidak terlalu buruk. Dibuktikan dengan year to date yang relatif tinggi dari bulan Januari sampai hari ini. Tapi dia ngajak aku membandingkan dengan dua pilihan reksadana yang dia rekomendasikan. Dan disini aku belajar bagaimana melihat reksadana yang oke dan selama ini patokan yang kubuat untuk memilih reksadana harus dikoreksi.

Pertama kali of course kita lihat mana produk yang menghasilkan Return yang paling tinggi. Kemarin aku lihat ada beberapa produk yang menarik. Saat itu aku lihat produk Reksadana Saham karena aku relatif muda dan reksadana saham oke untuk masa depan (lebih dari 5 tahun masa investasinya untuk memaksimalkan returnnya). 

Ada reksadana yang returnnya tinggi juga, ampe 20%. Menarik nih… pikir gue. Tapi perlu diingat, performance masa lalu tidak mencerminkan performance di masa yang akan datang. So, yo wes, performance ini aku jadikan alat untuk melihat seberapa optimis aku dengan produk ini.

Nah kalau lihat return doang maka kita akan lihat ada beberapa produk yang menarik. Kita mau coba kerucutkan nih…. apa parameter berikutnya? Kenapa si CS tidak merekomendasikan produk dengan return yang paling tinggi aja? Nah, ternyata kita juga harus perhatian sama Year To Date. Pilih tu mana produk dengan return tinggi dan YTD yang tinggi pula. Belum tentu return tinggi, YTD tinggi pula. So di sini pilihan kita jadi lebih sedikit.

Dan yang terakhir adalah, lihat Nilai Aktiva Bersih. NAB ini menunjukkan nilai unit penyertaan. Nah sekarang aku mulai mengerti mengapa si CS merekomendasikan dua produk itu. Selain nilainya selalu positif di bursa, kedua produk itu juga punya nilai NAB yang tidak terlalu tinggi, sekitar 1500-1900 rupiah. Artinya jumlah unit penyertaan yang aku dapat akan lebih banyak. Dia tidak rekomendasikan produk yang satu lagi walaupun punya return dan YTD yang lebih menarik, sebab NABnya 55000, buseeet. Aku hanya bisa dapat unit yang sedikit.

Kesalahanku dalam memilih reksadana, yang mana untungnya belum dipraktekin, adalah pilih produk yang ga ada ongkos beli maupun ongkos jualnya. Aku rasa ga ada salahnya sih, tapi aku lupa tujuan reksadana itu sendiri, yaitu return. Nah reksadana model ini beberapa punya return yang biasa aja alias kurang menarik. Ytd nya pun mungkin di bawah tolok ukur. 

Nah itu adalah sedikit ceritaku soal reksadana. Karena kemarin aku datang jam 1 lewat, aku ga bisa beli reksadana karena sudah tutup ntu reksa. Maksimal jam 1. So today aku mau ke sono lagi untuk beli reksa. Semoga keputusan gue benar.

Leave a Comment:

SCROLL TO TOP